Skip to content

Apa itu Pekerja Sosial,,??

February 28, 2011

Bismillahirrohmaanirrohiim,,

Tulisan ini telah terbit pada Buletin PALAWI pada Edisi 04, Oktober 2010 di kampus STKS Bandung. Semoga bermanfaat dan salam semangat selalu

By Joko Setiawan, Koordinator Jurnalistik JOCO STKS Bandung 2011

****

APA ITU PEKERJA SOSIAL,,??

Hmm… kira2 asik gak ya ngebahas tentang siapa itu pekerja sosial??? Secara, mahasiswa STKS khan calon pekerja sosial (peksos) profesional,”ceunah”….

Palawi edisi ni kita khususon buat kenalan ma pekerja sosial aja yukz… Toh gelar itu nanti bakal melekat erat di diri kita… Hihihi… Lebbayy…

Let’s go……

Sampai saat ni masih saja kita temui asumsi dari orang-orang bahwa pekerja sosial tu volunteer alias relawan. Padahal jawabannya adalah, BEDA….!!!!

Mari kita kaji lebih dalam siapa itu pekerja sosial.  Istilah gampangnya, semua orang bisa menjadi seorang volunteer tapi gak semua orang bisa menjadi seorang pekerja sosial profesional.  Why…??? Untuk gambaran awal, kita perlu tahu apa itu pekerjaan sosial.  Menurut Max Siporin, pekerjaan sosial ialah suatu metoda institusi sosial untuk membantu orang mencegah dan memecahkan masalah mereka serta untuk memperbaiki dan meningkatkan keberfungsian sosialnya. Dan menurut salah satu ahli lagi, Friedlander mengatakan bahwa pekerjaan sosial adalah suatu pelayanan profesional yang didasarkan pada Ilmu dan ketrampilan dalam relasi kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu, baik secara perorangan maupun didalam kelompok untuk mencapai kepuasan dan ketidak tergantungan secara pribadi dan sosial.

Nah… Adapun pelaksana dari pekerjaan sosial itulah yang disebut dengan pekerja sosial. Namun, sampai saat ini kehadiran seorang pekerja sosial masih belum dapat sepenuhnya diakui oleh masyarakat. Karena masyarakat masih sukar untuk membedakan pekerja sosial dengan volunteer. Padahal pekerja sosial itu seseorang yang telah memiliki dasar pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai pekerjaan sosial yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial. Penguasaan ilmu, metode dan ketrampilan secara formal (dalam hal ini melalui pendidikan formal yang diselenggarakan oleh institusi-institusi pendidikan, seperti STKS salah satunya) merupakan dasar bagi seseorang untuk menyatakan bahwa dirinya adalah seorang pekerja sosial. Dengan demikian, apabila seseorang yang tidak memiliki ilmu, metode dan keterampilan secara formal tidak dapat dinyatakan sebagai seorang pekerja sosial. Namun, bila orang tersebut hanya bekerja di bidang sosial, mereka inilah yang disebut sebagai voulenteer atau relawan.

Seorang pekerja sosial akan selalu berusaha untuk tidak hanya sebagai seorang outsider (diluar sistem) tetapi juga bergabung dan masuk ke dalam sistem masyarakat sebagai sebuah bentuk pelayanan sosialnya, dengan menggunakan langkah-langkah dan tahapan-tahapan intervensi dalam pekerjaan sosial. Hal ini sesuai dengan fungsinya sebagai enabler, broker, organizer, fasilitator dan mediator. Dan juga seorang peksos memiliki pedoman penting dalam melakasanakan perannya, yaitu kode etik pekerjaan sosial.

Lalu apa yang dimaksud dengan pekerja sosial profesional? Pertama yang harus dipahami adalah kata profesional itu sendiri. Profesional berasal dari kata profesi yang memiliki arti kemampuan seseorang terhadap bidang tertentu dalam menjalankan tugasnya. Koehn mengatakan bahwa profesional adalah sebuah istilah yang diterapkan pada pernyataan publik yang dibuat orang dengan maksud mendudukan jabatan kepercayaan publik. Dengan demikian, kaum profesional harus dapat dipercaya atas bidang yang dikuasainya tersebut dalam melakukan tugas dan kewajibannya dalam masyarakat.

Dari uraian diatas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa seorang pekerja sosial profesional adalah seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan formal bidang pekerjaan sosial sebagai sebuah kemampuan yang dapat diterapkan secara profesional, untuk memberikan ataupun melakukan intervensi kepada individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat, sesuai dengan perannya, untuk mencapai sebuah tingkat keberfungsian dan kemandirian menuju kesejahteraan sosial.

Gimana…???? Dah puas belum kenalan ma peksos? Harus kenalan dunk… Karena,tak kenal maka tak sayang…. Maka dari itu teman-teman semua calon pekerja sosial profesional, ayo… Tunjukkan aksimu… Selagi kita masih mencari ilmu di STKS kita harus siap juga untuk berperan dalm kegiatan-kegiatan sosial… Masa’ calon pekerja sosial profesional gak ada aksi sosial sama sekali… Masa’ kerjaannya selain ngampus cuma shopping ato maen aja… Itupun kalo ngampus juga masih telat n kerjaannya cuma tidur aja.. Apakah seperti ini yang dikatakan calon pekerja sosial???? Saya yakin, temen-temen bisa menjawabnya sendiri kan…

Ok,,, I think enough, guys…

C u @ next article… (L@l@), Aldila Putri Pertiwi, Mahasiswi STKS Bandung kelas 2-F angkatan 2009

About these ads
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: