Skip to content

REGISTRASI, SERTIFIKASI, DAN LISENSI Pekerja Sosial

April 23, 2010

Hhmm…Menarik sekali ulasan dari Pak Tata, selaku Ketua IPSPI ini, Saya share untuk memperkaya khasanah tambahan ilmu bagi kita semua ya,,

Salam,

Mahasiswa Jurusan Rehabilitasi Sosial 2008

STKS Bandung

Dear teman-teman.

Menarik menyimpak wacana tentang sertifikasi yang terlontar pada Jaringan ini(Milis Jaringan Peksos). Saya ingin membagi informasi tentang hal ini dengan teman-teman, tidak hanya sertifikasi tetapi juga lisensi dan registrasi. Saya merupakan salah satu orang yang terlibat dalam perumusan Permensos No. 108 tentang sertifikasi dan juga saat ini sebagai Ketua IPSPI, oleh karena itu apa yang saya tulis di bawah ini bukan lagi sebagai wacana, tetapi apa yang telah diatur oleh Permensos 108 dan secara garis besar apa saja rencana IPSPI terkait ketiga hal tersebut: registrasi, sertifikasi, dan lisensi.

REGISTRASI

  • Registrasi/pendaftaran merupakan pengakuan terhadap keanggotaan pada organisasi pekerjaan sosial (IPSPI) yang ditunjukkan dengan pemberian nomor (induk) pada setiap pekerja sosial yang mendaftar pada IPSPI. Registrasi menjadi semacam tanda daftar.
  • Registrasi merupakan kewenangan penuh IPSPI untuk mengaturnya sebagai penjabaran Anggaran Dasar dimana mulai periode sekarang anggota IPSPI bukan saja lulusan perguruan tinggi pekerjaan sosial/ilmu kesejahteraan sosial, tetapi juga yang terdaftar di IPSPI. Dengan ketentuan ini, anggota IPSPI bersifat stelsel aktif, yakni pekerja sosial yang mendaftar di IPSPI. Sebelumnya anggota IPSPI bersifat stelsel pasif, seperti anggota Karang Taruna yang ketentuan pendaftarannya tidak diatur.
  • Implikasi dari ketentuan ini, pengurus IPSPI yang terpilih akan bertanggung jawab kepada para anggotanya yang nota bene terdaftar, yang mekanisme pertanggung jawabannya dilakukan melalui/dalam Kongres.
  • Saat ini, pengurus IPSPI tengah mengembangkan sistem registrasi yang kurang lebih akan mencakup: mekanisme pendaftaran (melalui IPSPI daerah atau langsung),  penetapan nomor registrasi, hak dan kewajiban anggota, besarnya iuran, bentuk kongkrit dari registrasi, manfaat untuk anggota, dsb.
  • Terkait dengan sistem registrasi ini, tengah dirancang sistem database untuk anggota IPSPI yang diharapkan berbasis web. Semua informasi yang terkait anggota akan masuk database yang bisa diisi dan diupdate.
  • Teman-teman pekerja sosial yang telah mendaftarkan diri dalam Kongres yang telah berlalu akan langsung menjadi anggota dan datanya akan masuk dalam database yang sedang dirancang ini. Begitu pula dengan pendataan yang telah dilakukan oleh Jaringan Peksos akan menjadi bahan dasar untuk database tetapi yang belum mendaftar, disarankan untuk melakukan registrasi terlebih dulu.
  • Registrasi ini kemudian akan menjadi basis bagi anggota IPSPI untuk mengurus sertifikasi dan lisensi.

SERTIFIKASI

  • Sertifikasi merupakan pengakuan terhadap kompetensi pekerja sosial profesional yang akan diperoleh setelah lulus dari uji kompetensi berdasarkan standard kompetensi yang ditetapkan. Aspek yang penting dari sertifikasi ini adalah standard kompetensi dan uji kompentesi.
  • Sertifikasi tidak dilakukan oleh organisasi profesi, melainkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang dibentuk oleh organisasi profesi dan usernya.  Dalam Permensos, pihak yang akan duduk di LSP adalah wakil asosiasi pekerja sosial profesional (4 orang); asosiasi lembaga pendidikan pekerjaan sosial sebanyak (3); asosiasi lembaga kesejahteraan sosial (2); lembaga koordinasi kesejahteraan sosial tingkat nasional sebanyak (1); dan kemensos (1). Dalam LSP inilah akan digodok dan ditetapkan lebih lanjut tentang standard kompetensi dan uji kompetensi. Meskipun ada unsur pemerintah, LSP bersifat independen. Wakil pemerintah patut masuk karena Kemensos adalah user pekerja sosial, bahkan mungkin dengan jumlah peksos terbanyak saat ini yang bekerja di dalamnya.
  • Keberadaan para pihak dalam LSP ini jelas menunjukkan bahwa penentuan standard maupun uji kompetensi menjadi peran yang dibagi diantara stakeholders pekerjaan sosial. Standard kompetensi menyangkut nilai dan pengetahuan yang basisnya diperoleh dari perguruan tinggi, sedangkan penerapan nilai dan keterampilan menyangkut pengalaman praktek nyata yang dilakukan baik pada setting pemerintah maupun organisasi non pemerintah. Jadi, jika Anda telah mendapatkan sertifikasi, itu berarti Anda telah lulus uji kompotensi dari semua stakeholders yang berkaitan dengan pekerjaan sosial.
  • Penentuan standard dan uji kompetensi ini menjadi tantangan sendiri, terlebih pekerjaan sosial adalah profesi yang memadukan antara ilmu dan praktek. Termasuk dalam hal ini menentukan jenis dan jenjang dari praktek peksos. Klaim terhadap praktek peksos yang kita lakukan, apapun bidangnya adalah klaim tanpa dukungan dokumen tertulis tentang pengalaman kita. Bertahun-tahun kita mengaku melakukan praktek peksos, tetapi praktek peksos yang kita lakukan tidak pernah distandarisasi. IPSPI periode sekarang akan memulai penetapan standard-standard praktek, yang untuk kepentingan jangka pendek, akan lebih tepat untuk menyoroti aspek kompetensinya terlebih dulu. Oleh karena itu, kami sangat mendorong teman-teman untuk berkumpul dalam praktek yang sejenis untuk dapat memudahkan melakukan pemetaan dan standarisasi praktek.
  • Siapa yang dapat mengikuti sertifikasi? Adalah mereka yang 1) lulusan S1/D4 kesos/peksos, 2) berpengalaman kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dalam praktek pekerjaan sosial, dan 3) telah mengikuti pelatihan di bidang pekerjaan sosial minimal  60 (enam puluh) jam latihan. Ketentuan ini jelas menunjukkan bahwa seseorang yang telah lulus S1/D4 kesos/peksos telah diakui sebagai pekerja sosial profesional. Jadi Anda tidak perlu ragu tentang hal ini dan untuk sementara ini menjadi basis bahwa Anda pekerja sosial profesional. Memang dalam UU Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan profesi diberikan setelah lulus S1, seperti halnya dokter, psikolog, atau notariat yang ada pendidikan profesinya dan setelah lulus mereka menyandang profesi dimaksud. Isu ini telah diangkat di IPPSI dan di perguruan tinggi tertentu mulai ada pembicaran untuk merancan pendidikan profesi pekerjaan sosial. Kita tunggu saja.
  • Ketiga syarat diatas bersifat akumulatif yang menegaskan juga bahwa meskipun seseorang telah menjalankan bertahun-tahun praktek pekerjaan sosial seperti klaim mereka dengan jamlat pelatihan yang mungkin beratus-ratus atau beribu-ribu jam, jika ia tidak berasal dari pendidikan S1/D4 peksos/kesos tidak dapat disertifikasi sebagai pekerjaan sosial. Sertifikasi ini hanya untuk mereka yang lulusan S1/D4 peksos/kesos. Hal ini pada gilirannya akan memisahkan mana pekerja sosial yang profesional mana pekerja sosial yang relawan. Jika sertifikasi diikuti oleh para pekerja sosial profesional dan suatu waktu nanti jumlahnya menjadi siginifican, kata professional tidak perlu lagi ditempelkan pada pekerja sosial.

  • Sertifikasi bersifat sukarela/tidak wajib. Anda boleh ikut atau tidak. Namun jika Anda ingin diakui secara professional, dalam hal ini kompeten dalam suatu bidang praktek tertentu, maka Anda harus lakukan sertifikasi ini. Misalnya, saya telah melakukan praktek peksos dengan isu anak lebih dari 15 tahun, namun karena tidak adanya sertifikasi terhadap kemampuan dan pengalaman saya ini, kompetensi saya di bidang ini belum dapat diakui secara resmi. Cara yang dapat menarik minat pekerja sosial untuk lakukan sertifikasi adalah dengan mengidentifikasi keuntungan karena memperoleh sertifikasi. Guru, misalnya melakukan sertifikasi dengan imbalan tunjangan. Jika kita ingin melakukan hal yang sama, maka perlu ada upaya advokasi agar sertifikasi yang akan ditempuh pekerja sosial, terutama mereka yang PNS akan memperoleh tunjangan. Bagi non PNS, akan bergantung negosiasi Anda dengan kantor Anda, tetapi saya optimis jika Anda memiliki sertifikat tentang kompetensi Anda, posisi tawar Anda akan jauh lebih tinggi daripada tidak memilikinya.

LISENSI

  • Jika sertifikasi memberikan pengakuan terhadap kompetensi, maka lisensi memberikan pengakuan legal terhadap pekerja sosial untuk lakukan prakteknya. Jadi lisensi atau diterjemahkan secara praktis menjadi izin praktek adalah mandat legal yang dimiliki pekerja sosial untuk lakukan prakteknya. Karena bersifat legal, maka lisensi diberikan oleh Negara. Untuk apa? Untuk melindungi pekerja sosial dalam melaksanakan tugasnya dan untuk melindungi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesejahteraan sosial yang berkualitas dan bertanggung jawab. Lisensi ini jelas statusnya lebih tinggi daripada surat keterangan/surat tugas yang biasanya dikeluarkan oleh lembaga dimana Anda bekerja yang sering dipersepsikan sebagai lisensi juga. Surat tugas hanya melindungi Anda secara terbatas, tetapi tidak dapat dijadikan perangkat hukum yang melindungi klien Anda.
  • Lisensi yang dirancang oleh Permensos 108 diberikan langsung oleh Menteri Sosial dimana permohonannya disampaikan melalui LSP. Lisensi dapat dimohonkan setelah yang bersangkutan mendapatkan sertifikasi dan akan melaksanakan praktek.
  • Tantangan sekarang adalah mendefinisikan praktek itu sendiri. Dalam profesi lain seperti dokter, psikolog, pengacara praktek dapat berarti dirinya sendiri dengan klien. Dalam pekerjaan sosial, definisi praktek bisa seperti itu jika ada keberanian dan kapasitas peksos untuk lakukan itu, tetapi juga dalam pengertian yang luas seperti kenyataan yang terjadi sekarang ini, seperti pekerja sosial di lembaga pelayanan, menjadi pendamping masyarakat, pendamping kelompok tertentu, mereka yang bekerja di tingkat makro atau kebijakan, dst. Hakekatnya adalah sama pekerja sosial bekerja dengan setiap orang dan oleh karena itu lisensi tetap diperlukan untuk jenis-jenis praktek seperti ini.

Tahun ini Kemensos telah mengagendakan pembentukan LSP dan pada bulan ini telah akan dimulai prosesnya melalui sosialisasi. Sebagai pihak yang sangat berkepentingan, IPSPI akan terlibat secara penuh dan aktif melalui wakil-wakilnya yang akan duduk di LSP. Peran ini hanya akan tercapai dengan baik dengan dukungan teman-teman pekerja sosial lainnya, terutama partisipasi aktif untuk menjawab beberapa tantangan substansial di atas. Sebagaimana suatu proses yang baru, ada banyak kekurangan dan kelemahan, itu perlu dicatat dan direview bagi perbaikan-perbaikan berikutnya baik dari segi peraturan, mekanisme maupun pelaksanaannya.

Terimakasih dan salam peksos,

Tata Sudrajat

Ketua IPSPI(Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia) Periode 2010-2013

19 Comments leave one →
  1. Oman Sukmana permalink
    August 27, 2010 5:24 pm

    Saya dulu waktu Kongres I IPPSI hadir sbg peserta, apakah saya tercatat sebagai anggota IPSPI? bagaimana cara daftar untuk menjadi anggota IPSPI?
    Mohon info

    • August 28, 2010 1:48 am

      Dear Pak Oman Sukmana,,,

      Kongres ke-3 IPSPI dilaksanakan pada bulan Februari 2010 kemarin di Jakarta,,,

      Setahu saya, semua database diperbarui karena memang lemahnya data base untuk IPSPI kepengurusan 1998-2010, jadi Anda harus mendaftar ulang sebagai Anggota IPSPI,,,

      Oleh karena itu, Jika Anda ingin mendaftar sebagai Anggota IPSPI, silahkan melayangkan email atau menghubungi langsung di Kantor Pusat IPSPI Jalan Matraman Raya No. 98, Jakarta Timur (belakang Gedung Patriot Bangsa)

      Kontak Person : Nurul Eka Hidayati, HP. 081511688697 atau email ke nurul_eh@yahoo.com

      Demikian semoga bermanfaat ya Pak :)

      Salam semangat selalu
      Muhammad Joe Sekigawa
      Undergraduate Student of Bandung College of Social Welfare
      Department of Social Rehabilitation 2008

  2. Nur Hidayat permalink
    September 9, 2010 4:40 pm

    Kami tertarik IPSI?

    Bagaimana cara mendaftar menjadi anggota IPSI

  3. birrul walidain permalink
    May 4, 2012 11:16 am

    aww. wah ternyata ketinggalan informasi ini, bagaimana ya cara bisa terregister di pekerja sosial?

  4. Amir Amir Farid permalink
    June 16, 2012 8:47 am

    Apakah TKSK dan PSM ttermasuk Pekerja Sosial?

  5. Amir Amir Farid permalink
    June 22, 2012 8:05 am

    Salam Sosial mas Joe…Kayanya kami-kami tdk bsa mengikuti program sertifikasi Mas? karena terhambat pada jam diklat 160 jam. Kita-kita mash bnyak yang belum memenuhi kriteria tersebut… Mohon saran dari Mas Joe…..

    • June 24, 2012 4:41 pm

      Hm,,, Mas Amir kemungkinan akan masuk pada TKSK,,, Silahkan dibaca UU No.11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Dan LSPS ini juga akan mengurusnya kok Mas,,,

      Salam hangat ^_^

  6. Sheelpith permalink
    September 3, 2012 5:40 am

    register

  7. December 27, 2012 11:59 pm

    SAYA TKSK JAMBI AKAN MENDFTR,SY JADI PEKSOS SDH 5 TH

  8. December 28, 2012 12:05 am

    mohn mas joe,,persyaratan daft IPSPI itu apa aja mas.?. trims….

  9. birrul walidain permalink
    March 6, 2013 4:46 pm

    hmm … saya tunggu confirmnya lama banget infonya mau diundang konggres sudah 2013 belum ada info sama sekali…

    • March 6, 2013 5:15 pm

      Mengenai Kongres IPSPI tahun 2013, bisa menghubungi Mbak Nurul Eka (Sekjen IPSPI) di nurul_eh@yahoo,com atau hp beliau di 08787 88 27 888

  10. bedman benget M.S.Ssos permalink
    March 9, 2013 10:52 am

    Saya adlah ”pendamping” di Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Lampung – kabupaten Lampung Selatan – Kec.Natar,bagaimana caranya saya bisa terregister menjadi anggota IPSPI dan bagaimana agar saya bisa mendapatkan sertifikasi sebagai Pekerja Sosial Profesional? Saat ini saya dan teman2 d PKH Lampung sedang membentuk Ikatan Pekerja Sosial Lampung. Keberadaab IPSPi dan tntang sertifikasi telah saya sampaikan kpd reken2 se profesi di 7 kab/kota sebagai stimulus agar semangat sbgai pekerja sosial terus terjaga.kiranya IPSPI dapat merespon kami pekerja sosial d Lampung. Trims

    • March 11, 2013 9:08 am

      Dear Pak Bedman, untuk menjawab pertanyaan di atas, saya telah hubungkan ke Mbak Nurul Eka Hidayati (Sekjen IPSPI). Semoga bisa cepat ditanggapi.

      Salam hangat dan semangat selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: